KKN LIK Warmadewa Hadirkan KECENGAN, Dorong Warga Kekeran Cerdas Kelola Keuangan
Mahasiswa KKN LIK Universitas Warmadewa 2026 bersama masyarakat Desa Kekeran, Kecamatan Mengwi, Badung, mengikuti kegiatan edukasi literasi keuangan dalam program KECENGAN (Keluarga Cerdas Keuangan) di Bale Pesamuhan, Desa Kekeran, Minggu (2/8/2026).
MANGUPURA (Dewannews.com) – Mahasiswa KKN LIK Universitas Warmadewa 2026 mendorong peningkatan literasi keuangan masyarakat Desa Kekeran, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, melalui program KECENGAN (Keluarga Cerdas Keuangan). Program ini mengusung tema “Membangun Masa Depan Keluarga yang Sejahtera dengan Mengelola Keuangan Secara Cerdas” dan diwujudkan melalui empat kegiatan utama, yakni membiasakan menabung sejak dini, mengelola pengeluaran secara bijak, melindungi keluarga dengan asuransi, serta merencanakan masa depan keluarga secara lebih matang.
Desa Kekeran memiliki luas wilayah sekitar 4,05 kilometer persegi dengan jumlah penduduk 4.037 jiwa, terdiri atas 2.048 laki-laki dan 1.989 perempuan yang tersebar dalam 1.210 kepala keluarga. Berdasarkan profil desa tahun 2025, sebagian besar masyarakat bekerja di sektor pertanian dan perdagangan, dengan sektor pertanian menjadi salah satu penggerak utama perekonomian desa. Namun, di tengah potensi ekonomi tersebut masih terdapat tantangan berupa rendahnya literasi keuangan masyarakat serta belum tersedianya sarana edukasi visual permanen di lingkungan banjar. Kondisi tersebut mendorong KKN LIK Warmadewa menghadirkan program pemberdayaan yang menyasar keluarga, generasi muda, pelaku UMKM, hingga masyarakat desa.
Program pertama diwujudkan melalui “Mewujudkan Literasi Keuangan Desa Kekeran: Cerdas Kenali Pinjol Ilegal dan Waspada Penipuan Digital”. Mahasiswa menyerahkan dan memasang roll banner edukasi di lingkungan Pemerintah Desa Kekeran sebagai media informasi bagi masyarakat. Kegiatan tidak berhenti pada serah terima, tetapi dilanjutkan dengan pemantauan respons warga serta integrasi materi edukasi ke ruang digital melalui media sosial KKN maupun media sosial resmi desa. Sementara itu, program kedua bertajuk “Mewujudkan Generasi Muda Bali Cerdas, Waspada dan Inklusif Keuangan Sejak Dini”dilaksanakan melalui kegiatan Edukasi Goes To School dan Pojok Literasi. Edukasi serta pemasangan Pojok Literasi dilakukan di TK Satya Kumara Kekeran, SD Negeri 1, SD Negeri 2, SD Negeri 3 Kekeran, hingga SMP Negeri 6 Mengwi.
Program ketiga menyasar sektor ekonomi melalui “Akselerasi UMKM Desa Kekeran Naik Kelas melalui Digitalisasi Keuangan, Akses Pembiayaan Aman dan Manajemen Usaha”. Pendampingan difokuskan pada peningkatan kemampuan pelaku UMKM dalam melakukan pencatatan transaksi keuangan secara lebih tertib dan memahami pengelolaan usaha. Adapun program keempat, “Edukasi Keuangan Ngiring ke Banjar”, dilaksanakan pada 2 Agustus 2026 di Jaba Wantilan Pura Desa Kaler, Desa Kekeran. Kegiatan diikuti pengurus desa, anggota PKK dan masyarakat, dengan materi pengenalan OJK serta lembaga jasa keuangan yang disampaikan mahasiswa KKN LIK Desa Kekeran, didampingi Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Dra. Ni Made Taman Sari, Ak., M.Agb., menggunakan materi edukasi dari OJK Provinsi Bali.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapat edukasi mengenai cara memahami layanan produk keuangan, mencegah risiko, serta mengetahui saluran pengaduan ketika menghadapi persoalan jasa keuangan. Materi juga mencakup prinsip 2L, yakni Legal dan Logis, sebelum melakukan investasi, kewaspadaan terhadap pinjaman online ilegal, serta pentingnya membaca syarat dan memahami hak, kewajiban dan risiko sebelum menggunakan produk keuangan. Sementara itu, Anak Agung Darma dari OJK Provinsi Bali memberikan materi mengenai kewaspadaan terhadap investasi ilegal dan kejahatan keuangan digital. Ia menjelaskan pola pengelolaan keuangan keluarga dengan rumus 10-20-30-40, yakni 10 persen untuk kebutuhan sosial atau rekreasi keluarga, 20 persen untuk tabungan, 30 persen untuk pembayaran utang dan 40 persen untuk kebutuhan hidup. “Jika tidak memiliki utang, alokasi 30 persen tersebut dapat diarahkan untuk tabungan atau investasi,” jelasnya.
Melalui rangkaian KECENGAN, KKN LIK Warmadewa 2026 berharap literasi keuangan tidak hanya menjadi pengetahuan, tetapi menjadi kebiasaan yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Desa Kekeran. Anak-anak didorong memahami perbedaan kebutuhan dan keinginan, keluarga diajak membiasakan menabung dan menggunakan layanan keuangan secara aman, sementara pelaku UMKM didampingi agar lebih tertib mengelola keuangan usaha. Masyarakat juga diingatkan untuk menggunakan produk keuangan secara benar, menyimpan salinan perjanjian atau dokumen penting, serta mengetahui kanal pengaduan OJK ketika membutuhkan informasi dan bantuan. Program ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mendukung SDGs, khususnya SDG 4 tentang pendidikan bermutu, SDG 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, SDG 10 tentang pengurangan kesenjangan, serta SDG 12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab. (r)
