02/11/2026

OJK: Industri Jasa Keuangan Bali Tetap Sehat dan Tumbuh

 OJK: Industri Jasa Keuangan Bali Tetap Sehat dan Tumbuh

Kepala Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Bali, Parjiman, menyampaikan paparan terkait kinerja Industri Jasa Keuangan Bali saat kegiatan NGORTE (Ngobrol Bersama Update Berita) bersama media di Denpasar, Jumat (09/04/2026).

DENPASAR (Dewannews.com) – Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Bali mencatat kinerja Industri Jasa Keuangan (IJK) yang tetap stabil dan tumbuh positif hingga Januari 2026, di tengah dinamika ekonomi global dan domestik. Stabilitas ini tercermin dari fungsi intermediasi yang berjalan baik, profil risiko yang terjaga, serta likuiditas yang tetap memadai.

Kepala OJK Provinsi Bali, Parjiman, menyampaikan bahwa pertumbuhan sektor perbankan masih menunjukkan tren positif, terutama dari sisi penyaluran kredit dan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK). “Kinerja intermediasi perbankan di Bali tetap terjaga, dengan pertumbuhan kredit dan DPK yang stabil sehingga mampu mendukung aktivitas ekonomi daerah,” ujarnya, saat kegiatan NGORTE (Ngobrol Bersama Update Berita) bersama media di Denpasar, Jumat (09/04/2026).

Baca Juga:  PLN Ungkap Bahaya Penjor Dekat Kabel Listrik, Ini Imbauannya!

Secara rinci, penyaluran kredit perbankan berdasarkan lokasi bank tumbuh 6,92 persen secara tahunan (yoy) menjadi Rp119,29 triliun. Sementara itu, kredit berdasarkan lokasi proyek meningkat 7,11 persen yoy menjadi Rp143,66 triliun. Pertumbuhan kredit masih ditopang oleh kredit investasi yang tumbuh signifikan sebesar 17 persen, terutama pada sektor akomodasi, makan minum, dan real estat, yang mencerminkan ekspansi usaha di Bali.

Dari sisi penghimpunan dana, DPK tumbuh 6,66 persen yoy menjadi Rp204,33 triliun, dengan kontribusi utama dari peningkatan tabungan masyarakat. Rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) tercatat sebesar 58,38 persen, menunjukkan fungsi intermediasi yang tetap berjalan positif. Kualitas kredit juga terjaga dengan rasio kredit bermasalah (NPL) gross sebesar 2,60 persen dan NPL net 1,78 persen, lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.

Baca Juga:  Les Kelanguan Angkat Kearifan Kedonganan, Duta Badung Tuai Apresiasi di PKB XLVIII

Selain perbankan, sektor pasar modal di Bali juga menunjukkan perkembangan signifikan. Jumlah investor mencapai 369.223 Single Investor Identification (SID), tumbuh 24,45 persen yoy, sementara nilai kepemilikan saham melonjak 59,97 persen menjadi Rp8,73 triliun. Di sektor non-bank, pembiayaan perusahaan pembiayaan tumbuh 3,33 persen yoy, modal ventura naik 27,39 persen, dan fintech peer to peer lending meningkat 34,97 persen, dengan risiko yang tetap terkendali.

Parjiman menambahkan, OJK juga terus memperkuat literasi dan inklusi keuangan melalui berbagai program edukasi. Hingga Februari 2026, ratusan kegiatan edukasi telah menjangkau lebih dari 300 ribu peserta di Bali. “Kami optimistis dengan sinergi seluruh pemangku kepentingan, sektor jasa keuangan di Bali akan tetap stabil, kontributif, dan tumbuh berkelanjutan. Masyarakat juga kami imbau untuk selalu waspada terhadap investasi ilegal dengan prinsip legal dan logis,” tegasnya. (r)