03/11/2026

OJK: Kinerja Sektor Jasa Keuangan Bali Tetap Solid hingga April 2026

 OJK: Kinerja Sektor Jasa Keuangan Bali Tetap Solid hingga April 2026

Kepala OJK Provinsi Bali, Parjiman

DENPASAR (Dewannews.com) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali menilai kinerja sektor jasa keuangan (SJK) di Bali hingga posisi April 2026 tetap solid dan stabil di tengah dinamika perekonomian global maupun domestik. Stabilitas tersebut tercermin dari pertumbuhan positif sektor perbankan, pasar modal, serta industri keuangan non-bank yang terus mendukung aktivitas perekonomian daerah.

Kepala OJK Provinsi Bali, Parjiman, mengatakan kinerja intermediasi perbankan masih menunjukkan tren positif dengan profil risiko yang terjaga dan likuiditas yang memadai. Penyaluran kredit berdasarkan lokasi bank tumbuh 6,41 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp121 triliun, sedangkan kredit berdasarkan lokasi proyek meningkat 9,14 persen yoy menjadi Rp147,64 triliun. Pertumbuhan kredit terutama didorong oleh kredit investasi yang naik 16,82 persen yoy, diikuti kredit konsumsi yang tumbuh 4,68 persen, sementara kredit modal kerja masih mengalami kontraksi 1,63 persen yoy.

Baca Juga:  OJK Gandeng Media Bali-Nusra Edukasi Industri Keuangan

“Stabilitas sektor jasa keuangan di Provinsi Bali tetap terjaga dengan kinerja intermediasi yang terus tumbuh, kualitas aset yang membaik, serta likuiditas yang memadai. Kondisi ini menunjukkan sektor keuangan tetap mampu mendukung pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan,” ujar Parjiman.

OJK juga mencatat penyaluran kredit kepada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mencapai 51,26 persen dari total kredit di Bali atau tumbuh 5,23 persen yoy. Dari sisi sektor ekonomi, pertumbuhan nominal kredit terbesar berasal dari sektor penyediaan akomodasi dan makan minum yang meningkat Rp2,10 triliun atau 15,46 persen yoy, mencerminkan semakin kuatnya pemulihan sektor pariwisata. Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK) juga meningkat 6,64 persen yoy menjadi Rp207,54 triliun, dengan rasio kredit bermasalah (NPL) gross turun menjadi 2,60 persen dari 3,21 persen pada periode yang sama tahun lalu.

Baca Juga:  Mulia-PAS Mengucapkan : Rahajeng Hari Suci Galungan Lan Kuningan 2024

Di sektor pasar modal, jumlah investor di Bali terus bertambah hingga mencapai 404.965 Single Investor Identification (SID), atau meningkat 32,06 persen dibandingkan April 2025. Nilai kepemilikan saham masyarakat Bali juga melonjak 46,85 persen yoy menjadi Rp8,25 triliun. Di sisi lain, pembiayaan melalui perusahaan modal ventura tumbuh 28,53 persen menjadi Rp117,62 miliar, sedangkan pembiayaan fintech peer to peer lending meningkat 28,15 persen menjadi Rp2,20 triliun. Adapun piutang perusahaan pembiayaan tercatat Rp12,07 triliun dengan kualitas pembiayaan yang tetap terjaga.

Parjiman menegaskan OJK akan terus memperkuat pengawasan dan menjaga stabilitas sektor jasa keuangan agar mampu menopang pertumbuhan ekonomi Bali secara berkelanjutan. “Kami akan terus mendorong sektor jasa keuangan agar tetap sehat, inklusif, dan mampu memberikan kontribusi optimal bagi perekonomian Bali, termasuk melalui peningkatan pembiayaan produktif serta penguatan perlindungan konsumen,” katanya. (r)