22/02/2024
22/02/2024

Pemberdayaan Badan Usaha Milik Desa Kerti Dana Dalam Mewujudkan Desa Mandiri di Desa Abangsongan, Kintamani

 Pemberdayaan Badan Usaha Milik Desa Kerti Dana Dalam Mewujudkan Desa Mandiri di Desa Abangsongan, Kintamani


BANGLI – Dewannews.com
Pengembangan ekonomi desa merupakan salah satu upaya untuk menghadapi perkembangan ekonomi pedesaan yang relatif lambat dengan cara memanfaatkan potensi ekonomi, sosial dan budaya masyarat secara optimal. Pemanfaatan potensi ekonomi desa yang optimal dapat dilakukan dengan mendirikan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Amanat yang terletak pada pendirian BUMDes adalah merupakan salah satu cara untuk menciptakan ekonomi pedesaan yang mandiri serta meningkatkan pendapatan asli daerah.

BUMDes merupakan solusi dari permasalahan yang muncul di desa. BUMDes diharapkan dapat memajukan dan menggerakkan perekonomian desa   Keberadaan BUMDes dapat membantu pemerintah mengelola potensi kreatif dan inovatif desa serta membuka lapangan kerja baru sehingga dapat menyerap tenaga kerja pertanian. BUMDes diharapkan dapat berperan strategis dalam mengembangkan perekonomian masyarakat pedesaan dan meningkatkan pendapatan asli desa atau PAD.

Baca Juga:  Tim PKM Fakultas Sastra Unwar Berikan Pelatihan Bahasa Inggris Intensive dan Extensive Reading kepada Siswa SMA N 1 Penebel

Desa Abangsongan merupakan salah satu dari 48 desa di wilayah Kecamatan Kintamani. Desa Abangsongan memiliki luas wilayah 1.433 hektar. Desa abangsongan terdiri dari 6 banjar (Br Abangsongan, Br Bias kaja, Br Bias kelod, Br Belong danginan, Br Belong dauhan, Br Abang) dengan jumlah penduduk 1.416 jiwa. BUMDES Kerti Dana mulai ada di Desa Abangsongan sejak tahun 2010 dengan alokasi bantuan pendanaan dari Pemerintah Provinsi BALI dalam rangka program Gerakan Pembangunan Desa Terpadu Bali Aman, Damai Sejahtera (GERBANG SADU BALI MANDARA), namun kurangnya koordinasi dan pengawasan serta pembinaan secara aktif dan berkelanjutan, sehingga Badan Usaha Milik Desa tersebut sampai saat ini mengalami “Mati Suri” dan tidak jelas keberadaannya baik kepengurusan maupun pendanaannya. Hal tersebut dikarenakan stigma yang berkembang di masyarakat bahwa dana   yang ada merupakan bantuan dari Pemerintah Provinsi.

Baca Juga:  25 Mantan Anggota NII Ditangkap Densus 88 di Bali, Ketua GP Ansor Bali Akui Saksikan Mereka Disumpah Kembali ke NKRI

Hal ini memotivasi tim Pengabdian Masyarakat Unwar untuk hadir kembali menyelenggarakan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dengan tema “Pemberdayaan Badan Usaha Milik Desa Kerti Dana Dalam Mewujudkan Desa Mandiri Di Desa Abangsongan, Kintamani”. Tim Pengabdian Masyarakat beranggotakan Dosen FEB Unwar yang diketuai oleh Drs. I Made Jamin Yasa,MM dengan Anak Agung Bagus Amlayasa,SE,M.Si dan Dewi Soraya,SE,MM sebagai anggota serta didampingi oleh 2 orang mahasiswa menyampaikan bahwa solusi yang dapat ditawarkan adalah 1) Memberikan pelatihan dan pendampingan teknis dan akses pasar; 2) Memberikan pelatihan dan pengetahuan pemanfaatan sumberdaya sebagai potensi desa; 3) memberikan pelatihan dan pengetahuan guna membentuk SDM yang mampu mengelola BUMDes.

Kegiatan PKM ini diakhiri dengan  memberi bantuan   berupa   peralatan   untuk mendukung kegiatan operasional mitra BUMDes serta foto  bersama. Bantuan  ini  diserahkan  langsung oleh Ketua  Tim  PKM. Semoga dengan pemberian  bantuan  ini  dapat  sebagai motivasi untuk pengembangan usaha lebih lanjut. (DN)

error: Content is protected !!