14/06/2024
14/06/2024

Penulis Perempuan Tanjung Bunga Launching Buku Kumpulan Cerita Anak di Pantai Aetobi

 Penulis Perempuan Tanjung Bunga Launching Buku Kumpulan Cerita Anak di Pantai Aetobi

FLOTIM-Dewannews.com|Buku kumpulan cerita anak berjudul “Nitun Pohon Beringin” karya Beatrix Polen Aran, penulis perempuan Tanjung Bunga berhasil di launcing di Pantai Aetobi, Desa Lewobunga Kecamatan Tanjung Bunga, sabtu (9/3).

Menurut Betrix, pemilihan latar pantai menjadi unik karena kumpulan cerita anak adalah kumpulan cerita masa kecil penulis di kampung, di pantai, di kebun, mencari kayu bakar, menikmati indahnya suasana di pondok serta meneguk kenangan di tungku api.

Baca Juga:  Edukasi Pencegahan Kekerasan Seksual dalam Rangka Peringatan Internasional Women Day 2024

“ Cerita dalam buku kumpulan cerita anak sangat berbeda dengan cerita-cerita yang pernah saya tulis di media pos kupang, Kompas, Koran tempo, Solo Pos dan media online lainnya. Fokus cerita ini untuk anak-anak jadi, saya ingin mereka mengalami masa kecil di kampung, mencari kayu bakar, mandi di air laut, tidur di pondok, berkebun, beternak,” kata perempuan yang dijuluki sebagai perempua baja.

Inspirasi penulisan cerita anak bermula dari penulis mendapat kesempatan sebagai salah satu peserta dari Kabupaten Flores Timur yang diundang mengikuti Bimbingan Teknis penulisan dan penerjemahan cerita anak jilid I yang diselenggarakan oleh Kantor Bahasa Provinsi NTT di Kupang.

Baca Juga:  ITDC Kembali Gelar InJourney Hospitality House di KEK Mandalika

Maria Pai Adinda Koten sebagai salah satu peserta Komunitas Literasi Ata Kiwang menyatakan apresiasi dan terima kasih kepada Ibu Betrix selaku guru di sekolah dan Pembina Komunitas  Literasi Atakiwang agar kegiatan seperti ini terus menginsporasi dan memacu tumbuhnya minat bakat anak.

“ Terima kasih ibu. Ini pengalaman berharga, semoga kami terus merasa termotivasi untuk menulis minimal menulis apa yang kami lakukan sehari-hari,” ucap Adinda. Di sela-sela launching diisi dengan bebeapa lagu daerah setempat sebagai persiapan menyongsong pementasan yang terjadi setelah masa paskah.*/EL