03/11/2026

Tak Cukup Masuk Marketplace, UMKM Bali Didorong Perkuat Pemasaran dan Keuangan

 Tak Cukup Masuk Marketplace, UMKM Bali Didorong Perkuat Pemasaran dan Keuangan

Tim pengabdian masyarakat internasional Universitas Warmadewa bersama University of Nueva Caceres (UNC), Filipina, menggelar sesi pendampingan bagi pelaku UMKM yang tergabung dalam ekosistem BaliMall.id.

DENPASAR (Dewannews.com) – Keberadaan marketplace dinilai belum cukup untuk mendorong usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berkembang dan meningkatkan skala bisnis. Selain memanfaatkan platform digital, pelaku UMKM juga perlu memperkuat strategi pemasaran, branding, serta tata kelola keuangan agar mampu bersaing secara berkelanjutan. Hal itu menjadi fokus program pengabdian masyarakat internasional Universitas Warmadewa bersama University of Nueva Caceres (UNC), Filipina, yang menyasar UMKM dalam ekosistem BaliMall.id.

Ketua tim pelaksana, Dr. Ni Luh Putu Indiani, S.E., M.M., mengatakan terbukanya akses terhadap teknologi dan marketplace harus diimbangi dengan kesiapan manajemen usaha. Program bertajuk Strengthening Marketing and Financial Management Capabilities of SMEs to Support Business Scale-Up within the BaliMall.idE-Marketplace Ecosystem dilaksanakan melalui lima tahapan, mulai dari pemetaan kebutuhan, pelatihan, penerapan teknologi dan inovasi, pendampingan, evaluasi, hingga penguatan keberlanjutan program.

Baca Juga:  Warmadewa Perkuat Peran Global Lewat Program Pemberdayaan Singkong di Filipina

“Digitalisasi jangan berhenti pada membuat akun atau memasukkan produk ke marketplace. Yang jauh lebih penting adalah apakah UMKM mampu menggunakan teknologi tersebut untuk membuat bisnisnya lebih profesional, efisien, dan berkelanjutan. Target akhirnya adalah UMKM benar-benar naik kelas,” ujar Indiani.

Dalam pelaksanaannya, peserta memperoleh pendampingan mengenai segmentasi pasar, targeting dan positioning (STP), penyusunan value proposition, strategi branding, penetapan harga, hingga optimalisasi tampilan produk di kanal digital. Selain itu, UMKM juga diarahkan mengintegrasikan promosi melalui media sosial dengan produk yang dipasarkan di marketplace agar strategi pemasaran menjadi lebih efektif.

Baca Juga:  Yudisium ke-79 FH Unwar: 331 Lulusan Dilepas, Dua Raih IPK Sempurna

Di bidang pengelolaan keuangan, para pelaku usaha dilatih melakukan pencatatan transaksi, memisahkan keuangan pribadi dan usaha, mengelola arus kas, menghitung biaya produksi dan titik impas, hingga menyusun laporan laba rugi serta laporan arus kas sederhana. Menurut Indiani, banyak UMKM sebenarnya memiliki produk yang berkualitas, tetapi belum mampu membangun pesan pemasaran yang kuat maupun mengetahui kondisi keuangan usahanya karena belum memiliki pencatatan yang memadai.

Melalui kolaborasi antara Universitas Warmadewa, University of Nueva Caceres, platform BaliMall.id, dan pelaku UMKM, program ini diharapkan menjadi model pemberdayaan yang mampu memperluas akses pasar digital sekaligus memperkuat kapasitas manajerial UMKM. Dengan demikian, transformasi digital tidak hanya meningkatkan penjualan, tetapi juga mendorong lahirnya usaha yang lebih profesional, efisien, dan berkelanjutan. (r)