Universitas Warmadewa Benahi Tata Kelola Bank Sampah Dusun Muliawan
Tim Pengabdian Berbasis Masyarakat (PBM) Universitas Warmadewa bersama pengelola Kelompok Bank Sampah Dusun Muliawan, Desa Tegal Kertha, Denpasar Barat, saat pelaksanaan pendampingan penyusunan AD/ART dan penguatan tata kelola kelembagaan bank sampah, 2026.
DENPASAR (Dewannews.com) — Persoalan sampah di kawasan perkotaan tidak hanya membutuhkan kesadaran masyarakat, tetapi juga tata kelola kelembagaan yang kuat. Kondisi ini menjadi perhatian tim pengabdian Universitas Warmadewa melalui Program Pengabdian Berbasis Masyarakat (PBM) dengan mendampingi Kelompok Bank Sampah Dusun Muliawan, Desa Tegal Kertha, Kecamatan Denpasar Barat, dalam membenahi kelembagaan dan administrasi organisasi.
Program bertajuk Pendampingan Penyusunan AD/ART Kelompok Bank Sampah Dusun Muliawan, Desa Tegal Kertha, Denpasar Barat tersebut dipimpin Dr. I Ketut Kasta Arya Wijaya, S.H., M.Hum., bersama Dr. I Made Gianyar, S.H., M.Hum., dan Luh Putu Suryani, S.H., M.H. Pendampingan ini dilakukan karena pertumbuhan kawasan perkotaan dan jumlah penduduk Desa Tegal Kertha yang mencapai lebih dari 29 ribu jiwa turut meningkatkan volume sampah rumah tangga, khususnya sampah anorganik seperti plastik dan kemasan.
Dr. I Ketut Kasta Arya Wijaya mengatakan, keberadaan bank sampah memiliki potensi besar dalam mendorong pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Namun, potensi tersebut perlu diperkuat dengan fondasi kelembagaan yang jelas, mulai dari AD/ART, struktur organisasi, pembagian tugas pengurus hingga sistem administrasi dan keuangan. “Bank sampah tidak cukup hanya mengandalkan semangat kebersihan. Tanpa adanya fondasi hukum dan tata kelola organisasi yang jelas seperti AD/ART, pembagian tugas pengurus, serta sistem pencatatan keuangan yang transparan, keberlanjutan bank sampah akan selalu terancam,” ujarnya.
Pendampingan dilakukan secara partisipatif melalui lima tahapan, yakni koordinasi dan analisis situasi, sosialisasi serta edukasi pemilahan sampah, penyusunan AD/ART dan struktur organisasi, pelatihan administrasi serta SOP operasional, kemudian monitoring dan evaluasi. Pengelola juga dibekali sistem pencatatan transaksi, buku tabungan sampah, pencatatan kas serta prosedur penimbangan dan penjualan sampah agar kegiatan bank sampah dapat berjalan lebih tertib dan transparan.
Program ini juga melibatkan mahasiswa Universitas Warmadewa, yakni I Gusti Ayu Senia dan Ni Kadek Elis Septya Dewi, sebagai bagian dari implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dan Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi. Para mahasiswa turut membantu menyiapkan media edukasi berupa poster, leaflet prinsip Reduce, Reuse, Recycle(3R), serta format pencatatan keuangan. Pimpinan mitra Bank Sampah Dusun Muliawan, Ni Luh Rai Adriani, menyambut positif pendampingan tersebut karena dinilai dapat meningkatkan keteraturan administrasi sekaligus kepercayaan masyarakat.
Melalui penguatan AD/ART, struktur organisasi, administrasi dan SOP operasional, Kelompok Bank Sampah Dusun Muliawan diharapkan mampu berkembang menjadi kelompok pengelola sampah yang mandiri dan berkelanjutan. Tim Universitas Warmadewa juga mendorong agar bank sampah tersebut dapat menjadi contoh ekonomi sirkular berbasis komunitas di Kota Denpasar, sehingga sampah tidak hanya dipandang sebagai persoalan lingkungan, tetapi juga dapat memberikan nilai ekonomi dan manfaat bagi masyarakat. (r)
