02/11/2026

Cegah Pinjol Ilegal, OJK Bali Bekali Guru SMA Modul Literasi Keuangan

 Cegah Pinjol Ilegal, OJK Bali Bekali Guru SMA Modul Literasi Keuangan

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali bersama Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Bali menggelar Kick Off dan Training of Trainers (ToT) Modul Ajar Literasi Keuangan bagi kepala sekolah dan guru ekonomi SMA/MA se-Bali di Denpasar.

DENPASAR (Dewannews.com) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali menggelar kegiatan Kick Off dan Training of Trainers (ToT) Modul Ajar Literasi Keuangan bagi kepala sekolah dan guru ekonomi SMA/MA se-Bali. Kegiatan yang berlangsung secara hybrid ini menjadi langkah lanjutan setelah peluncuran Modul Ajar Literasi Keuangan tingkat SMA/MA di Bali pada 7 Oktober 2025.

Program ini merupakan kolaborasi OJK Provinsi Bali dengan Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Bali, Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali, Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Provinsi Bali, serta Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Ekonomi Provinsi Bali.

Baca Juga:  OJK Raih Predikat Badan Publik Informatif Nasional 2024

Kepala Direktorat Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Pelindungan Konsumen dan Layanan Manajemen Strategis OJK Provinsi Bali Irhamsah menegaskan literasi keuangan merupakan keterampilan hidup yang penting dimiliki generasi muda sejak dini.

“Dengan jumlah pelajar di Bali sekitar 902.437 orang atau 20,23 persen dari total penduduk, peningkatan literasi keuangan bagi pelajar tidak bisa diabaikan. Pemahaman keuangan merupakan essential life skill untuk mencegah potensi masalah seperti investasi ilegal, pinjaman online ilegal hingga berbagai kejahatan keuangan digital,” ujarnya.

Baca Juga:  Berantas Aktifitas Keuangan Ilegal di Bali, OJK Tingkatkan Koordinasi Satgas PASTI

Ia menjelaskan, modul ajar ini disusun untuk menstandarkan materi literasi keuangan bagi siswa SMA/MA di seluruh Bali. Melalui modul tersebut, siswa diharapkan memiliki pemahaman yang sama mengenai konsep dasar pengelolaan keuangan, produk dan layanan jasa keuangan, hingga perlindungan konsumen.

Modul literasi keuangan tersebut akan diajarkan kepada siswa kelas X pada semester kedua setiap tahun pelajaran dengan total 16 jam mata pelajaran.

Baca Juga:  OJK Gelar Governansi Insight Forum, Tegakkan Integritas Tekan Resiko Korupsi

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Bali Ida Bagus Gde Wesnawa Punia menyampaikan apresiasi atas inisiatif OJK dalam memperkuat literasi keuangan di kalangan pelajar melalui pelatihan guru.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Bali kami menyampaikan apresiasi kepada OJK Provinsi Bali bersama MGMP Ekonomi Provinsi Bali atas kolaborasi strategis ini. Langkah nyata ini akan memperkuat kapasitas generasi muda Bali agar memiliki kecakapan literasi dan inklusi keuangan,” katanya.

Baca Juga:  SBPO Triwulan II-2024 Tunjukkan Optimisme Perbankan di Tengah Ketidakpastian Global

Ia berharap literasi keuangan yang diperoleh pelajar tidak hanya berhenti pada tataran pengetahuan, tetapi juga diwujudkan melalui ekosistem yang mendukung praktik pengelolaan keuangan yang baik sejak di bangku sekolah.

Mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang RPJMN 2025–2029, pemerintah menargetkan indeks literasi keuangan mencapai 69,35 persen dan indeks inklusi keuangan sebesar 93 persen pada 2029.

Baca Juga:  OJK Bali Gaungkan Tujuh Prinsip Perlindungan Konsumen

Sementara dalam Undang-Undang Nomor 59 Tahun 2024 tentang RPJPN 2025–2045, sektor keuangan menjadi salah satu dari 45 indikator utama pembangunan dengan target inklusi keuangan mencapai 98 persen pada 2045.

Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan OJK bersama BPS tahun 2025, tingkat literasi keuangan nasional tercatat 66,46 persen, masih lebih rendah dibandingkan tingkat inklusi keuangan yang telah mencapai 80,51 persen. Khusus pada kelompok usia pelajar 15–17 tahun, tingkat literasi keuangan tercatat 51,68 persen dengan tingkat inklusi 74 persen.

Baca Juga:  OJK dan TPAKD Kab. Badung Dorong Peningkatan Akses Kredit/Pembiayaan Sektor Pertanian

Melalui kegiatan ToT ini, para guru diharapkan dapat menjadi Duta Literasi Keuangan yang mampu menularkan pemahaman keuangan kepada siswa secara lebih efektif. Selain itu, modul juga diperkaya dengan materi terbaru terkait kejahatan keuangan digital, produk keuangan berbasis teknologi seperti pinjaman daring dan aset digital, serta mekanisme perlindungan konsumen oleh OJK.

Dengan peningkatan literasi keuangan sejak dini, diharapkan generasi muda memiliki kemampuan mengelola keuangan secara bijak dan mandiri, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional menuju visi Indonesia Emas 2045. (r)