05/11/2026

KKN Universitas Warmadewa Tanamkan Literasi Keuangan dan Anti-Bullying Sejak Dini

 KKN Universitas Warmadewa Tanamkan Literasi Keuangan dan Anti-Bullying Sejak Dini

Foto bersama mahasiswa KKN Reguler Universitas Warmadewa, Dosen Pendamping Lapangan, guru, dan siswa kelas VI SD Saraswati 3 Denpasar usai pelaksanaan program SIGENAB (Siswa Gemar Menabung) dan Gerakan Anti-Bullying di Desa Sumerta Kelod, Sabtu (1/8/2026).

DENPASAR (Dewannews.com) – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Universitas Warmadewa yang bertugas di Desa Sumerta Kelod melaksanakan program SIGENAB (Siswa Gemar Menabung) dan Gerakan Anti-Bullying di SD Saraswati 3 Denpasar, Sabtu (1/8/2026). Kegiatan ini menyasar seluruh siswa kelas VI yang terdiri dari empat kelas sebagai upaya menanamkan literasi keuangan sejak dini sekaligus membangun kesadaran akan pentingnya lingkungan sekolah yang aman dan bebas dari perundungan.

Program tersebut dirancang untuk memberikan pemahaman kepada siswa mengenai pengelolaan uang secara bijak, mulai dari membedakan kebutuhan dan keinginan, memanfaatkan uang saku secara tepat, pentingnya menyisihkan uang secara rutin, hingga menetapkan tujuan menabung.

Baca Juga:  Warmadewa Dorong BUMDes Sapta Mandiri Jadi Motor Swasembada Pangan Desa

Selain edukasi literasi keuangan, mahasiswa KKN juga memberikan sosialisasi mengenai bahaya bullying. Materi yang disampaikan meliputi pengertian perundungan, bentuk-bentuk bullying, dampaknya terhadap korban, hingga langkah yang dapat dilakukan apabila siswa menjadi korban maupun menyaksikan tindakan tersebut.

Mahasiswa menjelaskan bahwa bullying tidak hanya berupa kekerasan fisik, tetapi juga dapat terjadi dalam bentuk verbal, sosial maupun melalui media digital. Perilaku seperti mengejek, mengucilkan, mempermalukan, mengancam maupun menyebarkan informasi yang merugikan teman merupakan tindakan yang tidak dapat dibenarkan.

Baca Juga:  Kanwil DJP Bali Serentak Adakan Pajak Bertutur di 12 Sekolah di Bali

Dosen Pendamping Lapangan KKN Reguler Universitas Warmadewa, Dr. Made Pratiwidewi, SE., MM., mengatakan pengenalan pengelolaan keuangan sejak usia sekolah menjadi fondasi penting dalam membentuk perilaku keuangan yang sehat di masa depan.

“Kemampuan mengelola keuangan tidak hanya berkaitan dengan menghitung atau menyimpan uang. Hal yang lebih penting adalah membentuk sikap disiplin, tanggung jawab, dan kemampuan menentukan prioritas. Melalui SIGENAB, siswa diajak memahami bahwa kebiasaan menabung dapat dimulai dari jumlah kecil, dilakukan secara konsisten, dan diarahkan pada tujuan yang jelas,” ujarnya.

Baca Juga:  Konferensi ASEAN Pencegahan Eksploitasi Anak, Wadah Berbagi Perangi Kejahatan Seksual Anak

Menurutnya, Gerakan Anti-Bullying juga memiliki peran penting dalam mendukung proses pendidikan dan pembentukan karakter peserta didik.

“Anak-anak perlu memahami bahwa mengejek, merendahkan, mengucilkan, atau menyakiti teman bukanlah tindakan yang dapat dianggap sebagai candaan biasa. Mereka harus memiliki keberanian untuk tidak ikut melakukan bullying, membantu teman yang menjadi korban, serta melaporkannya kepada guru atau orang dewasa yang dapat dipercaya,” katanya.

Baca Juga:  Langgar UU ITE, Anne Yulia dan Pemilik Tiktok @shnnyel Terancam Dipenjara Diduga Sebar Hoaks

Sementara itu, Kepala Desa Sumerta Kelod, I Gusti Ketut Anom Suardana, mengapresiasi pelaksanaan program yang diinisiasi mahasiswa KKN Reguler Universitas Warmadewa tersebut. Menurutnya, pembangunan desa tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik maupun teknologi, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Konsep Smart Village harus didukung oleh masyarakat yang cerdas dan berkarakter, termasuk generasi mudanya. Kolaborasi antara pemerintah desa, perguruan tinggi, dan sekolah menjadi langkah penting dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Baca Juga:  Industri Jasa Keuangan Bali-Nusra Stabil, Kredit dan DPK Tumbuh Positif hingga Mei 2025

Apresiasi serupa disampaikan Kepala SD Saraswati 3 Denpasar, Ida Ayu Eka Yuniasri, S.Pd., M.Pd. Menurutnya, materi yang diberikan sangat relevan dengan kebutuhan siswa kelas VI yang sedang memasuki masa transisi menuju remaja.

Program SIGENAB dan Gerakan Anti-Bullying juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4 tentang Pendidikan Berkualitas, karena memberikan keterampilan hidup sekaligus mendorong terciptanya lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan nyaman bagi seluruh peserta didik.

Baca Juga:  Bupati Adi Arnawa Teken MoU, Perkuat Kolaborasi Pendidikan dengan IDB Bali

Melalui kolaborasi mahasiswa KKN Reguler Universitas Warmadewa, Pemerintah Desa Sumerta Kelod, SD Saraswati 3 Denpasar, serta dosen pendamping lapangan, program ini diharapkan mampu memberikan manfaat berkelanjutan dalam membentuk generasi yang cerdas secara finansial, berkarakter, peduli terhadap sesama, serta siap mendukung pembangunan masyarakat yang berkelanjutan. (r)