03/11/2026

Sanggar Titi Bah Tampil Total di PKB 2026, Arja Klasik Badung Tebar Pesan Kehidupan

 Sanggar Titi Bah Tampil Total di PKB 2026, Arja Klasik Badung Tebar Pesan Kehidupan

Penampilan memukau Sanggar Titi Bah, Banjar Teguan, Desa Punggul, Kecamatan Abiansemal, saat membawakan Arja Klasik “Kembar Buncing” sebagai Duta Kabupaten Badung dalam Utsawa (Parade) Arja Klasik PKB XLVIII Tahun 2026 di Kalangan Ayodya, Taman Budaya Provinsi Bali, Denpasar, Selasa (23/6).

DENPASAR (Dewannews.com) – Duta Kabupaten Badung dalam Utsawa (Parade) Arja Klasik sukses memukau penonton di Kalangan Ayodya, Taman Budaya Provinsi Bali, Art Center Denpasar, Selasa (23/6/2026). Sanggar Titi Bah dari Banjar Teguan, Desa Punggul, Kecamatan Abiansemal, membawakan garapan Arja Klasik berjudul Kembar Buncing yang sarat pesan spiritual, filosofi kehidupan, dan nilai kesucian jiwa sesuai tema PKB XLVIII Tahun 2026, Atma Kerthi.

Ketua sekaligus Pembina Tari Sanggar Titi Bah, I Gusti Made Sunadi, menjelaskan bahwa garapan tersebut diadaptasi dari cerita dalam Geguritan Ganda Wirasa yang mengisahkan perjalanan Putra Mahkota Kerajaan Supala mencari saudara kembarnya yang terpisah sejak kecil hingga akhirnya dipertemukan kembali di Kerajaan Candra Buwana. Menurutnya, kisah tersebut relevan dengan tema Atma Kerthi yang mengajarkan pentingnya menjaga kemurnian jiwa di tengah berbagai godaan kehidupan.

Baca Juga:  Penataan Utilitas Berlanjut, Pemkab Badung Turunkan Kabel Provider Mati

“Setiap manusia memiliki kemurnian jiwa. Dalam perjalanan hidup, manusia tidak lepas dari pengaruh karma dan berbagai godaan duniawi. Melalui Atma Kerthi, manusia diajak untuk membersihkan diri dan kembali pada kemurnian jiwa tersebut,” ujar Sunadi.

Pementasan Arja Klasik Kembar Buncing melibatkan 24 seniman yang terdiri dari 12 pemain dan 12 penabuh gamelan. Persiapan dilakukan sejak Februari 2026 dengan durasi pertunjukan sekitar tiga setengah jam. Sunadi menegaskan, garapan tersebut merupakan bentuk pengalihwujudan cerita klasik ke dalam pertunjukan Arja tanpa meninggalkan pakem tradisi yang menjadi ciri khas kesenian Bali.

Baca Juga:  Wimbakara Seni Lukis Wayang Klasik PKB 2026, Duta Badung Adu Kreativitas dan Pakem Tradisi

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung, I Gede Sukada, mengatakan Arja Klasik merupakan warisan budaya adiluhung yang tidak hanya berfungsi sebagai tontonan, tetapi juga sebagai tuntunan karena mengandung nilai-nilai kehidupan yang relevan bagi masyarakat. Ia menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Badung untuk terus menggali dan mengembangkan potensi seni budaya yang tersebar di seluruh desa dan kelurahan.

“Arja Klasik memiliki makna dan pesan kehidupan yang sangat dalam. Ini adalah warisan budaya Kabupaten Badung yang wajib kita jaga dan lestarikan bersama,” tegas Sukada. Ia menambahkan, tingginya partisipasi generasi muda dalam program Banjar Menari menunjukkan bahwa minat terhadap seni tradisi masih kuat dan menjadi modal penting bagi keberlanjutan kesenian Bali di masa depan. (r)